Pemalakan Di Imigrasi

December 6, 2007 at 9:15 am 10 comments

Banyak oknum pejabat instansi pemerintahan saat ini kondisinya memang sudah parah, terutama di kampung halaman saya, Medan, Sumatera Utara.

Minggu lalu istri saya mengurus Akte kelahiran anak, padahal sebelum 60 hari sejak kelahirannya, tarif resminya adalah 5000 rupiah (sesuai yang saya baca di http://www.kependudukancapil.go.id), dengan kutipan yang sudah bilingual (Indo dan English) serta satu hari jadi. tapi istri saya dikenakan tarif 150 ribu karena yang urus bukan ayahnya langsung. setelah itu ada tambahan 60 ribu  untuk mentranslate dengan blangko yang sudah English. bukan satu hari seperti yang dikatakan pak sabar, tapi lima hari.

Hari ini lebih parah, saat akan mengurus passport anak di imigrasi Medan. Awalnya saya minta uruskan rekan yang ada di travel dan biasa urus passport, betapa kagetnya saya ketika istri disodorkan tarif 1,65 juta rupiah alasannya anak kecil gak punya KTP.

Akhirnya cancel dan langsung menuju imigrasi untuk urus sendiri (sesuai himbaun mereka di web nya). Sesampainya di sana, istri langsung menanyakan masalah tarif dan mereka tidak mau menjawab. hanya di suruh nyiapin persyaratan. Saat istri saya kembali menanyakan tarif, mereka minta supaya blangko dan segala berkas di siapkan dan nanti bisa langsung photo. Tetapi istri bersikeras dan tetap menanyakan tarif tersebut.

Akhirnya mereka memberikan tarif 1,5 juta. Fantastics…..ini hampir 6x lipat dari tarif aslinya (270 ribu untuk 48 halaman, sesuai di website http://www.imigrasi.go.id). Istri minta perinciannya apa saja, tetapi pihak imigrasi tidak mau memberikannya dengan alasan yang tidak jelas. Kembali mereka katakan, karena masih bayi dan tidak ada KTP (jadi harus nunggu 17 tahun ya sampai ada KTP) Aneh lagi…

Dua kasus diatas menunjukkan betapa bobroknya para oknum pemerintahan tersebut, ketika pemerintah tidak memperhatikan mereka (dengan banyaknya uang rakyat di makan), eh mereka ikut-ikutan mencari uang rakyat yang lain dengan caranya sendiri. ini sih namanya “PEMALAKAN”.

saya jadi teringat petikan sebuah lagu lama… “KEMANA KU MENGADU……….”
akhirnya saya isi pengaduan dan buku tamu di kedua web tersebut, tapi sampai saat ini tidak ada tanggapan sama sekali.

Akhirnya… gak jadi bayar 1,5 juta. Lumayan buat beli susunya si Dzakiy, hehehehe..

Saya akhirnya menyuruh istri mencancel pengurusan passport karena harganya yang sangat mahal, dan mencari alternatif lain. Diputuskan membuat passport di Tanjung Balai (kebetulan rumah ortu di kabupaten itu).

Istri juga berusaha mencari relasi yang bisa uruskan passport, ternyata dari temen abang ipar istri saya adalah agen yang biasa ngurus passport, dan dia hanya bisa kasih harga minimum 800 ribu untuk passport bayi. Akhirnya ya sudahlah, segitu gak masalah, walaupun itu hampir 3 kali lipat harga asli nya.

Esok hari, istri saya dan abangnya (ipar saya) pergi bersama agen tersebut untuk buat passport melalui bantuan dia. Setelah isi berkas dan buat form permohonan, dan disuruh tunggu untuk panggilan photo. Tetapi pada saat menunggu, datang petugas imigrasi tersebut ke istri saya dan mengatakan bahwa tidak bisa diurus lagi karena sudah dia masukkan (saya tau ini cuma akal2an dia, karena istri saya tidak jadi buat permohonan, tetapi memeng berkas ada di dia).

Akhirnya abang ipar saya emosi dan mau mukul tuh si petugas imigrasi sambil mencengkram kerah bajunya, membentaknya sambil bilang kalo dia gak kasihan dengan anak saya (yang masih belum berusia sebulan) 2 hari ke imigrasi terus sampai lama2.

Istri saya juga menyebutkan perincian pengurusan passport yang memang sudah diprint dari http://www.imigrasi.go.id, dan petugas tersebut mengiyakan. tapi dia bilang uang tersebut untuk orang dalam. Akhirnya teman yang agen bilang ngurusnya sekarang sama si petugas itu karena sudah sama dia, tetapi harganya tetap 800 ribu gak bisa dikurangi.

Akhirnya hari itu juga photo dan passport bisa di ambil setelah 2 hari. wah…..

Dari apa yang kami alami ini semakin menunjukkan bahwa sebenarnya banyak sekali oknum pejabat pemerintahan yang seharusnya melayani rakyat, ini malah menyusahkan rakyat.

Kalo membandingkan moral bangsa ini dengan bangsa lain, terutama para pejabat pemerintahan, wah…. malu rasanya…

sumber :
http://hendratri.multiply.com/journal/item/10
http://hendratri.multiply.com/journal/item/9/PEMALAKAN_DI_IMIGRASI

Entry filed under: info. Tags: , , , , , , , , , , , .

Image Resizer Windows uses 20% of your bandwidth. How to GET IT BACK ?

10 Comments Add your own

  • 1. heni  |  December 10, 2007 at 8:49 am

    mmmh… Medan ya… saya yang orang jawa, tinggal di medan 6 bulan sudah hafal sama perilaku pejabat2 medan. Walaupun kelihatannya kalo masalah pejabat di imigrasi bukan cuma di medan…..
    Pernah juga tuh, berniat bikin passport untuk anak saya di Imigrasi Medan… Dengan semangat dan idealisme reformasi saya datang sendiri ke kantor Imigrasi…. Tapi boro-boro bisa bikin passport. Untuk dapat informasi pun suliiiiiiit sekali. Di pingpong dari satu loket ke Loket lainnya… sampai akhirnya menyerah kalah. Soalnya, kalau orang2 itu kita ingatkan bahwa tugas mereka melayani publik dan memberikan informasi, muarahnya bukan main… jadi memang pelayanan di kantor imigrasi dikondisikan harus pake calo…. Jadi kalo baru berasa sekarang, selamat datang di Indonesia lah…. Problemnya, gimana ya biar gak begini lagi??? masa hari ke hari bukan tambah baik malah tambah bobrok….

    Reply
  • 2. idesukses  |  December 11, 2007 at 10:42 am

    @ heni
    wah.. pernah kasus juga toh sama imigrasi…
    kayaknya sekali kali boleh tuh kalo nama oknum di imigrasi di cantumin di sini biar kita semua pada tau. apa di kantor imigrasi blom pernah di audit kali ya ?

    ya betul seperti yang anda katakan. “Welcome to Indonesia..”
    “Welcome to the jungle…” hehe.. :p

    Reply
  • 3. Auditor  |  February 13, 2008 at 4:37 pm

    Untuk pengaduan aparat Dept Hukum dan HAM, termasuk oknum Imigrasi, tolong Anda kirim surat pengaduan ke INSPEKTORAT JENDERAL DEP. HUKUM DAN HAM. Cq. INSPEKTORAT KHUSUS. jL. HR. Rasuna Said Kav 4-5 Kuningan Jakarta Selatan.

    Reply
  • 4. idesukses  |  February 13, 2008 at 5:17 pm

    @ Auditor
    thx bgt buat infonya…
    ayo.. teman2 kalo ada yg mo ngadu,
    kirim aja surat ke INSPEKTORAT JENDERAL DEP. HUKUM DAN HAM.

    Reply
  • 5. untung senoaji  |  July 30, 2008 at 2:44 pm

    kenapa dr dl pemerintah ga mau memberhentikan pegawai negeri di migrasi yang sering malak dan meras rakyak dgn alasan yg dibuat buat,kadang sy merasa malu jd org indonesia bila diluar negri selalu disebut yg tak bagus,negri kita sdh terkenal dgn birokrasi yg bebelit belit,kalau tak gitu dr mana oknum imigrasi bs mewah hidupnya,sementara mereka masuk kerja jd pegawai negri nyogok puluhan juta.
    dibatam bukan main permainan mereka oknum imigrasi bekerja sama dgn calo pasport,tp sampai dunia kiamat ga akan dibenahi amburadulnya dunia keimigrasian dinegeri kt ini,rusaknya negeri ni menurut sy diakibatkan oleh orang yg makan gaji negara bkn swasta sprt s ini,dr mulai polisi imigrasi ea cukai semuanya emang brengsek

    Reply
  • 6. umar faruk  |  December 4, 2008 at 10:06 am

    mengapa semuanya di persulit di negara kita.tidak adakah ketegasan dari para pemimpin untuk peduli akan nasib orang2 yang di pimpinnya.saya sebagai pelaut sudah sering kali mengalami hal2 yang sangat memuakkan ini.

    Reply
  • 7. Pelayan Masyarakat (Imigrasi)  |  January 4, 2009 at 11:30 pm

    Saya seorang pejabat Imigrasi yang baru mengabdi kepada negara selama 4 tahun, dan dalam waktu yang singkat itu saya cukup mengetahui benar bagaimana keadaan kantor-kantor pelayanan pemerintah, terutama di tempat saya bertugas. Dapat saya katakan apa yang dikatakan oleh rekan-rekan di atas tidak salah tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Masih banyak pegawai-pegawai negeri kita terutama yang masih berusia muda masih memiliki idealisme tentang Indonesia menjadi negara yang maju, bebas dari segala bentuk penyelewengan. Karena saat ini korupsi telah mengakar dan membudaya sehingga penanganannya tidak semudah membalik telapak tangan. Tetapi Saudara sekalian jangan berkecil hati, saya dan seluruh rekan saya di jajaran Korps Imigrasi Indonesia tetap berjuang dari dalam mempertahankan idealisme yang kami miliki, agar kelak dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Segala sesuatu tidak akan berubah kecuali diri kita sendiri yang merubahnya. Laporkan jika ada penyelewengan yang dilakukan oleh aparat negara.

    Saat ini saya juga kebetulan sedang menempuh pendidikan di LN, dan sering sekali mendapatkan komentar negatif dari rekan mahasiswa dan pengajar tentang Indonesia, dari masalah teroris hingga buruknya perilaku aparat negara. Yah itulah Indonesia yang amat kita cintai ini dan saya selalu berusaha memberikan jawaban positif kepada mereka tentang Indonesia yang saat ini mulai berubah ke arah yang lebih baik dengan kemajuan-kemajuan yang telah dicapai, karena bagaimanapun juga ‘Ibu Pertiwi’ tidak bersalah, kitalah sebagai anak-anaknya yang selalu merongrong dan menistakan ‘Ibu’ kita, oleh karena itu jagalah nama baiknya dimanapun Saudara berada.

    Reply
  • 8. rhienlady  |  January 26, 2009 at 11:27 am

    jangankan petugas / aparat pemerintah…
    rakyat biasa aja banyak yang brengsek. contohnya, tukang dagang yang ngurangin takaran timbangan, tukang parkir gadungan, n masih banyak lagi.. rakyat2 bisa yang kygt juga mungkin karena blum ada kesempatan buat hal2 yg lebih besar lagi..
    namanya juga indonesia…. kalo mau bener semua ya harus dihabisin dulu 1 generasi

    Reply
  • 9. godomg  |  March 13, 2009 at 4:52 am

    pimpinan kita mulai presiden dan menteri saja nggak mampu mengatasi imigrasi sebaiknya lapor saja sama PBB

    Reply
  • 10. deny  |  November 11, 2009 at 8:46 am

    Emang bikin malu kelakuan para pelayan publik kita ! saya mengalami hal serupa di kantor imigrasi jakarta selatan tempat i badah kita kagak ngalir airnya hingga 2 minggu lebih, bobrok emang ! walau di kaca tertulis ” jangan memberi imbalan kpd karyawan kami ” itu slogan kosong ! udah aku laporin ke kpk biar di sidak tuh para tikus kantor !

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


December 2007
M T W T F S S
« Nov   Feb »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Recent Posts

Categories

Blog Stats

  • 208,431 hits

Pages


%d bloggers like this: